Mungkin cinta adalah sebuah kata
yang akan selalu sama bila di tulis dan di dengar, tapi tidak dengan dirasakan.
Cukup sulit untuk bermain cinta sebelum kau merasakan. Seperti biasanya memulai
adalah hal tersulit dihidupmu, sama seperti saat kamu ingin belajar tapi tidak
tahu dari mana dan seperti apa. Sama halnya seperti cinta, terlebih yang
pertama. Yang pertama akan selalu terasa menyebalkan dan memusingkan. Kamu akan
merasa, ini adalah bukan duniamu dan berkata “where is my freedom?!”. Tapi lihat beberapa waktu lagi sejauh mana
dan secepat apa cinta mengubahmu menjadi seseorang yang diluar kebiasaan,
diluar akal teman-teman disekitarmu. Jika kamu bersabar dengan aturan sang
cinta, maka kamu akan menjadi orang yang lebih care, kamu tahu bagaimana berbagi, menghargai orang lain, cara
menyayangi seseorang dengan menyayangi diri sendiri, menjadi kebanggaan bagi
sang cinta, menjadi yang terindah bagi cinta, bahkan kau rela berbuat bodoh
demi pujian si cinta. Tapi ingat cinta tak akan membuat pasanganya terlihat
bodoh, malu dan merasa dirugikan. Cinta akan mengalir begitu saja, tumbuh
menjadi ketergantungan satu sama lain, tumbuh rasa sakit dengan hal-hal diluar
kebiasaan atau di luar yang diharapkan. Tenanglah cinta memang begitu, selalu
menimbulkan rasa sakit. Tapi lihat rasa sakit itu adalah pengukur kedalaman dan
kekuatan cinta kita. Semakan tersakiti semakin dalamlah cintanya. Saat terlalu
sakit maka rasanya akan menjadi kebal, sama halnya seperti anak kecil yang
terserang demam, jika suhu tubuhnya terlalu tinggi maka ia akan berbalik
menjadi dingin. Kebal dan panas disini bukanlah sesuatu yang negatif jika
diiringi dengan ketulusan. Saat kamu terlalu dalam tersakiti oleh cinta maka
cinta akan memaafkan, bukan terbiasa dengan rasa sakit. Jika kamu merasa sangat
dikecewakan maka cinta akan lebih yakin dan mempercayainya. Kadang cinta adalah
hal bodoh. Cinta akan mempercayai apapun sekalipun itu adalah kebohongan. Cinta
akan patuh meski itu menyakitkan.
Tapi hati-hatilah dengan terbiasa
dengan cinta. Seperti layaknya seorang anak. Sebelum dia lahir ke dunia, dia
sudah miliki cinta orang tuanya. Semakin lama, semakin besar bayi itu bukan
menjadi semakin sayang pada orang tuanya, mereka malah semakin menyakiti orang
tuanya. Itu adalah cinta yang salah. Cinta haruslah di jaga dan di pelihara.
Jangan sampai cinta orang tua kita abaikan, dan kita sibuk mengejar cinta
kepada orang baru dalam kehidupan. Manusiawi memang, manusia selalu mencari apa
yang belum ia miliki. Tapi gunakanlah hati untuk melihat sekeliling. Cinta tidak
membutakan, tapi cinta membukakan.
Sungguh miris mendengar kata
cinta. Dia indah tapi menyengsarakan. Dia menjatuhkan tapi mebuat ketagihan.
Dia menyakitkan tapi bertahan. Hargailah sekeping hatimu, jangan kamu beri pada
orang yang salah. Tapi sebenarnya tidak ada istilah orang yang salah, tapi
perencanaan Tuhan memang memiliki konsekuensi atas segala pilihan. Orang biasa
menyebut salah karena mereka tidak ikhlas dan terlalu terburu-buru dengan
urusan yang menguntungkan sesaat dan akhirnya merasa salah memilih. Dan camkan
bahwa pilihan tidak ada yang benar, sama seperti sebelumnya, pilihan miliki
konsekuensi. Biasanya pilihan yang benar adalah pilihan yang dipikirkan dengan
matang dan terencana seperti kutipan motivator “jika kau gagal berencana maka kau
merencanakan untuk gagal”. Tapi pilihan yang dianggap benar bukan berarti tanpa
resiko dan konsekuensi tentunya. Jadi hargailah pilihan dengan menjalankanya,
ikhlas menerimanya dan sepenuh hati melaluinya. Karena sesuatu yang dianggap
salah pun memiliki hal positif didalamnya, setidaknya hal positif berupa
pengalaman agar mengubah pola dan perilaku agar lebih bijaksana dalam memilih
misalnya.Karena setiap bait kehidupan miliki pesan dan ingat pesan tak sampai
dengan mencari aman. Ikuti alurnya resapi pelajaranya dan bangkit ke level
selanjutnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar