Selasa, 20 Januari 2015

Cinta?



Mungkin cinta adalah sebuah kata yang akan selalu sama bila di tulis dan di dengar, tapi tidak dengan dirasakan. Cukup sulit untuk bermain cinta sebelum kau merasakan. Seperti biasanya memulai adalah hal tersulit dihidupmu, sama seperti saat kamu ingin belajar tapi tidak tahu dari mana dan seperti apa. Sama halnya seperti cinta, terlebih yang pertama. Yang pertama akan selalu terasa menyebalkan dan memusingkan. Kamu akan merasa, ini adalah bukan duniamu dan berkata “where is my freedom?!”. Tapi lihat beberapa waktu lagi sejauh mana dan secepat apa cinta mengubahmu menjadi seseorang yang diluar kebiasaan, diluar akal teman-teman disekitarmu. Jika kamu bersabar dengan aturan sang cinta, maka kamu akan menjadi orang yang lebih care, kamu tahu bagaimana berbagi, menghargai orang lain, cara menyayangi seseorang dengan menyayangi diri sendiri, menjadi kebanggaan bagi sang cinta, menjadi yang terindah bagi cinta, bahkan kau rela berbuat bodoh demi pujian si cinta. Tapi ingat cinta tak akan membuat pasanganya terlihat bodoh, malu dan merasa dirugikan. Cinta akan mengalir begitu saja, tumbuh menjadi ketergantungan satu sama lain, tumbuh rasa sakit dengan hal-hal diluar kebiasaan atau di luar yang diharapkan. Tenanglah cinta memang begitu, selalu menimbulkan rasa sakit. Tapi lihat rasa sakit itu adalah pengukur kedalaman dan kekuatan cinta kita. Semakan tersakiti semakin dalamlah cintanya. Saat terlalu sakit maka rasanya akan menjadi kebal, sama halnya seperti anak kecil yang terserang demam, jika suhu tubuhnya terlalu tinggi maka ia akan berbalik menjadi dingin. Kebal dan panas disini bukanlah sesuatu yang negatif jika diiringi dengan ketulusan. Saat kamu terlalu dalam tersakiti oleh cinta maka cinta akan memaafkan, bukan terbiasa dengan rasa sakit. Jika kamu merasa sangat dikecewakan maka cinta akan lebih yakin dan mempercayainya. Kadang cinta adalah hal bodoh. Cinta akan mempercayai apapun sekalipun itu adalah kebohongan. Cinta akan patuh meski itu menyakitkan. 

Tapi hati-hatilah dengan terbiasa dengan cinta. Seperti layaknya seorang anak. Sebelum dia lahir ke dunia, dia sudah miliki cinta orang tuanya. Semakin lama, semakin besar bayi itu bukan menjadi semakin sayang pada orang tuanya, mereka malah semakin menyakiti orang tuanya. Itu adalah cinta yang salah. Cinta haruslah di jaga dan di pelihara. Jangan sampai cinta orang tua kita abaikan, dan kita sibuk mengejar cinta kepada orang baru dalam kehidupan. Manusiawi memang, manusia selalu mencari apa yang belum ia miliki. Tapi gunakanlah hati untuk melihat sekeliling. Cinta tidak membutakan, tapi cinta membukakan.

Sungguh miris mendengar kata cinta. Dia indah tapi menyengsarakan. Dia menjatuhkan tapi mebuat ketagihan. Dia menyakitkan tapi bertahan. Hargailah sekeping hatimu, jangan kamu beri pada orang yang salah. Tapi sebenarnya tidak ada istilah orang yang salah, tapi perencanaan Tuhan memang memiliki konsekuensi atas segala pilihan. Orang biasa menyebut salah karena mereka tidak ikhlas dan terlalu terburu-buru dengan urusan yang menguntungkan sesaat dan akhirnya merasa salah memilih. Dan camkan bahwa pilihan tidak ada yang benar, sama seperti sebelumnya, pilihan miliki konsekuensi. Biasanya pilihan yang benar adalah pilihan yang dipikirkan dengan matang dan terencana seperti kutipan motivator “jika kau gagal berencana maka kau merencanakan untuk gagal”. Tapi pilihan yang dianggap benar bukan berarti tanpa resiko dan konsekuensi tentunya. Jadi hargailah pilihan dengan menjalankanya, ikhlas menerimanya dan sepenuh hati melaluinya. Karena sesuatu yang dianggap salah pun memiliki hal positif didalamnya, setidaknya hal positif berupa pengalaman agar mengubah pola dan perilaku agar lebih bijaksana dalam memilih misalnya.Karena setiap bait kehidupan miliki pesan dan ingat pesan tak sampai dengan mencari aman. Ikuti alurnya resapi pelajaranya dan bangkit ke level selanjutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar